Sabtu, 11 April 2020

Di Balik Mendali Emas Dan Sebuah Piala


Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamu’alaikum wahrahmatullahi wabarakatuh, temen-temen…

Di blog Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat  SMK dulu. Seperti judul nya yaitu “Di Balik Mendali Emas dan Sebuah Piala”.

Berawal dari Eskul Pencak Silat yang saya ikuti. Pada saat  tahun 2017 diadakan kejuaraan Pencak Silat tingkat Nasional di padepokan pencak silat TMII mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.  saya dan Tim mengikuti lomba tersebut selama beberapa hari. Lomba yang pertama di mulai yaitu seni, ada 3 seni dalam pencak silat, Diantaranya tunggal, ganda, dan regu. Kebanyakan dari tim saya mereka mengikuti lomba tanding sesuai dengan berat badan mereka. dimulai dari berat badan terkecil hingga terbesar dan saya termasuk kelas kecil dalam pencak silat di sebut dengan kelas A dan biasa nya di lombakan setelah lomba seni selesai.

Ketika lomba tanding di mulai, perasaan saya tidak seperti biasa nya, mulai gugup, grogi dan degdegan. karna pasti nya bakalan di tonton oleh banyak orang termasuk tim saya dengan dukungan yang membuat saya menjadi percaya diri. Beberapa peserta dari kelas A sudah bertanding sesuai bagan yang sudah di tentukan oleh panitia,  saya mulai bersiap-siap stretching terlebih dahulu agar saat bertanding nanti memiliki power yang cukup kuat dan mengingat setiap  teknik-teknik pada saat latihan yang sudah di ajarkan oleh coach saya. beberapa menit kemudian akhir nya nama saya di panggil untuk menepati sudut biru. Dengan kelengkapan pengaman yang saya gunakan saya siap untuk bertanding. Sudut biru dan sudut merah di panggil ke tengah lapangan untuk diberi arahan sesuai dengan peraturan dalam bertanding, memberi hormat kepada pelatih, wasit, juri, dan menampilkan sedikit jurus dari perguruan masing-masing. Setelah itu pertandingan di mulai. saya mulai bersiap-siap tak lupa untuk selalu berdo’a sebelum bertanding agar di beri kelancaran dan kemudahaan.

 Pertandingan di mulai…

Beberapa menit berlalu dan poin saya masih unggul tapi ternyata akhir dari babak satu ini tidak sesuai dari ekspetasi saya. Saya melakukan teknik guntingan jarak jauh dan akhirnya saya terjatuh sampai berakibat fatal pada tangan kiri saya. saat itu saya berteriak dan menahan rasa sakit. sambil memegang tangan kiri saya yang tidak bisa di gerakan sama sekali.  Pertandingan harus di hentikan beberapa menit karna untuk mengobati tangan kiri saya,  ternyata tulang di tangan kiri saya mengalami pergeseran, Tim medis langsung cepat menangani nya untuk semestara. Pada saat wasit bilang lanjut atau tidak. Disitu saya bilang pada coach saya untuk melanjutkan pertandingan itu karna saya yakin saya masih kuat. Babak kedua di mulai sebisa mungkin saya tidak boleh kelihatan sakit karna babak kedua ini merupakan babak penentuan untuk final nanti. Setelah pertandingan selesai, di babak kedua ini saya hanya bisa pasrah, ketika pengangkatan bendera ternyata ketiga wasit mengangkat bendera biru secara bersamaan dan artinya saya lolos untuk masuk final.

Ini adalah foto saya pada saat penentuan pemenang

Setelah pertandingan itu selesai saya langsung di obati oleh coach saya dengan obat-obat yang sudah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi kejadian seperti ini. tangan saya mulai membengkak pada saat di urut saya sampai nangis menahan sakit dan di baluri obat juga agar cepat membaik lalu di bungkus dengan alat pelindung. Alhasil tangan saya tidak bisa di tekuk.
Sebelum lanjut ke final coach saya menanyakan kepada saya apakah masih mau lanjut atau tidak dengan kondisi saya seperti ini. saya masih bingung dan bimbang dalam hati kecil saya. Saya mau lanjut karna ini penentuan juara satu dan dua dan saya tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini bahkan untuk mengikuti lomba ini pun saya dan tim berlatih hampir setiap hari, dengan tempat latihan yang lumayan jauh kurang lebih 1 jam perjalanan. Tapi pernah juga latihan di sekolah hanya beberapa kali. di sisi lain saya takut terjadi sesuatu dengan tangan saya. tapi dengan adanya dukungan dari  temen-temen satu tim saya merasa yakin agar tetap melanjutkan pertandingan meski dengan satu tangan, saya harus bisa.

Pertandingan Final pun di mulai..

Ternyata pertandingan saya di babak final ini berjalan lancar dan dengan ada nya dukungan temen-temen satu tim yang selalu support. menyanyikan yel-yel yang membuat saya menjadi semakin semangat dan melupakan rasa sakit yang saya rasakan pada saat itu.
Pertandingan final selesai hasil nya. Alhamdulillah, sama seperti pertandingan pertama. Mendapat tiga bendera dari wasit juri.
Setelah pertandingan kelas kecil (kelas A) sampai kelas besar (kelas H) selesai. Pengumuman di umumkan di hari besok.

Pada saat pembagian piala pesilat terbaik putri…..






 Ternyata ‘’lutfhi’’ adik kelas saya yang mendapat pesilat terbaik putri. Disitu saya memang tidak mengharapkan menjadi pesilat terbaik. karna menjadi juara satu dan mendapatkan mendali emas itu sudah menjadi kebanggaan diri sendiri dan pelatih tentu nya. Tapi ternyata saat lutfi membawa piala itu kearah saya. lutfil bilang ‘’nih ka, piala nya punya kaka” saya kaget, terharu, sekaligus senang dan bingung apa tidak salah saya yang menjadi pesilat terbaik nya padahal saya pun tidak kepikiran untuk itu. Setelah saya pegang piala nya. lutfi berkata lagi ‘’kata panitia nya salah nyatet nama ka”.

Foto Ini di ambil pada saat lutfi memberikan piala nya pada saya.


Dari situ  saya menyadari perjuangan tidak akan menghianati hasil, setelah berbulan bulan latihan  tanpa kenal lelah ternyata tim saya mendapat juara umum 2 pada saat itu.
dengan perolehan mendali. 12 emas, 6 perak, 3 perunggu, dan 3 piala.

Ini adalah foto piala juara umum 2 dan pesilat terbaik


ini adalah foto mendali hasil akhir dari lomba itu



Alhamdulillah ucapan syukur tiada henti, selalu bersyukur dalam setiap keadaan.
Kejadian yang saya alami merupakan bentuk cobaan untuk saya untuk lebih hati-hati lagi dalam melakukan sesuatu, tapi dari situ saya belajar untuk tetap semangat dan sabar dalam menjalani hidup. sesakit apapun cobaan yang kita alami, pasti rencana Allah Subhanahu wa ta’ala  lebih indah dari yang kita bayangkan.


Sekian cerita hidup saya, semoga menginpirasi temen-temen dimana pun berada.
Salam semangat dari saya… temen-temen

Wa’ssalamualaikum wahrahmatullahi wabarakatuh..

1 komentar: