Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamu’alaikum
wahrahmatullahi wabarakatuh, temen-temen…
Di blog Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya
saat SMK dulu. Seperti judul nya yaitu
“Di Balik Mendali Emas dan Sebuah Piala”.
Berawal dari Eskul Pencak Silat yang saya ikuti. Pada saat tahun 2017 diadakan kejuaraan Pencak Silat tingkat
Nasional di padepokan pencak silat TMII mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.
saya dan Tim mengikuti lomba tersebut
selama beberapa hari. Lomba yang pertama di mulai yaitu seni, ada 3 seni dalam
pencak silat, Diantaranya tunggal, ganda, dan regu. Kebanyakan dari tim saya
mereka mengikuti lomba tanding sesuai dengan berat badan mereka. dimulai dari berat
badan terkecil hingga terbesar dan saya termasuk kelas kecil dalam pencak silat
di sebut dengan kelas A dan biasa nya di lombakan setelah lomba seni selesai.
Ketika lomba tanding di mulai, perasaan saya tidak seperti
biasa nya, mulai gugup, grogi dan degdegan. karna pasti nya bakalan di tonton
oleh banyak orang termasuk tim saya dengan dukungan yang membuat saya menjadi
percaya diri. Beberapa peserta dari kelas A sudah bertanding sesuai bagan yang sudah
di tentukan oleh panitia, saya mulai bersiap-siap
stretching terlebih dahulu agar saat bertanding nanti memiliki power yang cukup
kuat dan mengingat setiap teknik-teknik
pada saat latihan yang sudah di ajarkan oleh coach saya. beberapa menit
kemudian akhir nya nama saya di panggil untuk menepati sudut biru. Dengan kelengkapan
pengaman yang saya gunakan saya siap untuk bertanding. Sudut biru dan sudut
merah di panggil ke tengah lapangan untuk diberi arahan sesuai dengan peraturan
dalam bertanding, memberi hormat kepada pelatih, wasit, juri, dan menampilkan
sedikit jurus dari perguruan masing-masing. Setelah itu pertandingan di mulai.
saya mulai bersiap-siap tak lupa untuk selalu berdo’a sebelum bertanding agar
di beri kelancaran dan kemudahaan.
Pertandingan di mulai…
Beberapa menit berlalu dan poin saya masih unggul tapi
ternyata akhir dari babak satu ini tidak sesuai dari ekspetasi saya. Saya
melakukan teknik guntingan jarak jauh dan akhirnya saya terjatuh sampai berakibat
fatal pada tangan kiri saya. saat itu saya berteriak dan menahan rasa sakit. sambil
memegang tangan kiri saya yang tidak bisa di gerakan sama sekali. Pertandingan harus di hentikan beberapa menit
karna untuk mengobati tangan kiri saya,
ternyata tulang di tangan kiri saya mengalami pergeseran, Tim medis
langsung cepat menangani nya untuk semestara. Pada saat wasit bilang lanjut
atau tidak. Disitu saya bilang pada coach saya untuk melanjutkan pertandingan
itu karna saya yakin saya masih kuat. Babak kedua di mulai sebisa mungkin saya
tidak boleh kelihatan sakit karna babak kedua ini merupakan babak penentuan
untuk final nanti. Setelah pertandingan selesai, di babak kedua ini saya hanya
bisa pasrah, ketika pengangkatan bendera ternyata ketiga wasit mengangkat
bendera biru secara bersamaan dan artinya saya lolos untuk masuk final.
Ini adalah foto saya
pada saat penentuan pemenang
Setelah pertandingan itu selesai saya langsung di obati oleh
coach saya dengan obat-obat yang sudah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi
kejadian seperti ini. tangan saya mulai membengkak pada saat di urut saya sampai
nangis menahan sakit dan di baluri obat juga agar cepat membaik lalu di bungkus
dengan alat pelindung. Alhasil tangan saya tidak bisa di tekuk.
Sebelum lanjut ke final coach saya menanyakan kepada saya
apakah masih mau lanjut atau tidak dengan kondisi saya seperti ini. saya masih
bingung dan bimbang dalam hati kecil saya. Saya mau lanjut karna ini penentuan juara
satu dan dua dan saya tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini bahkan untuk
mengikuti lomba ini pun saya dan tim berlatih hampir setiap hari, dengan tempat
latihan yang lumayan jauh kurang lebih 1 jam perjalanan. Tapi pernah juga
latihan di sekolah hanya beberapa kali. di sisi lain saya takut terjadi sesuatu
dengan tangan saya. tapi dengan adanya dukungan dari temen-temen satu tim saya merasa yakin agar
tetap melanjutkan pertandingan meski dengan satu tangan, saya harus bisa.
Pertandingan Final pun
di mulai..
Ternyata pertandingan saya di babak final ini berjalan lancar
dan dengan ada nya dukungan temen-temen satu tim yang selalu support.
menyanyikan yel-yel yang membuat saya menjadi semakin semangat dan melupakan
rasa sakit yang saya rasakan pada saat itu.
Pertandingan final selesai hasil nya. Alhamdulillah, sama
seperti pertandingan pertama. Mendapat tiga bendera dari wasit juri.
Setelah pertandingan kelas kecil (kelas A) sampai kelas
besar (kelas H) selesai. Pengumuman di umumkan di hari besok.
Pada saat pembagian piala pesilat terbaik putri…..
Ternyata ‘’lutfhi’’ adik kelas saya yang mendapat pesilat terbaik putri.
Disitu saya memang tidak mengharapkan menjadi pesilat terbaik. karna menjadi
juara satu dan mendapatkan mendali emas itu sudah menjadi kebanggaan diri
sendiri dan pelatih tentu nya. Tapi ternyata saat lutfi membawa piala itu
kearah saya. lutfil bilang ‘’nih ka,
piala nya punya kaka” saya kaget, terharu, sekaligus senang dan bingung apa
tidak salah saya yang menjadi pesilat terbaik nya padahal saya pun tidak
kepikiran untuk itu. Setelah saya pegang piala nya. lutfi berkata lagi ‘’kata panitia nya salah nyatet nama ka”.
Foto Ini di ambil pada
saat lutfi memberikan piala nya pada saya.
Dari situ saya
menyadari perjuangan tidak akan menghianati hasil, setelah berbulan bulan latihan
tanpa kenal lelah ternyata tim saya
mendapat juara umum 2 pada saat itu.
dengan perolehan mendali. 12 emas, 6 perak, 3 perunggu, dan
3 piala.
Ini adalah foto piala
juara umum 2 dan pesilat terbaik
ini adalah foto
mendali hasil akhir dari lomba itu
Alhamdulillah
ucapan syukur tiada henti, selalu bersyukur dalam setiap keadaan.
Kejadian yang saya alami merupakan bentuk cobaan untuk saya
untuk lebih hati-hati lagi dalam melakukan sesuatu, tapi dari situ saya belajar
untuk tetap semangat dan sabar dalam menjalani hidup. sesakit apapun cobaan
yang kita alami, pasti rencana Allah Subhanahu wa ta’ala lebih indah dari yang kita bayangkan.
Sekian cerita hidup saya, semoga menginpirasi temen-temen
dimana pun berada.
Salam semangat dari saya… temen-temen
Wa’ssalamualaikum
wahrahmatullahi wabarakatuh..






Mohon maap juara umum 1 wkwk
BalasHapus